2000 Cerita: Awal Mula Berhimpun, Dari Semester 2 Hingga Menjadi Nahkoda HMM UMG

Awal Mula Berhimpun di HMM Penulis memulai perjalanan organisasi di semester 2 bersama Kelas B Sore Angkatan 2019. Diajak oleh rekannya, Hengki Prabowo, penulis bergabung ke Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Periode 2020-2021. Meskipun nervous saat wawancara, pengalaman di HMM mengajarkannya banyak hal: komunikasi efektif, public speaking, hingga administrasi. Pada periode berikutnya (2021-2022), penulis dipercaya menjadi nahkoda HMM. Komitmennya sederhana: memulai dari awal, membangun pondasi baru, dan menjadikan HMM sebagai rumah bersama. Penuh kehangatan, canda, dan tangis, periode itu berjalan sangat cepat. Setelah purna, penulis meyakini bahwa wajah baru diperlukan untuk memberi warna berbeda bagi organisasi. Harapannya, website HMM bisa menjadi platform bermanfaat untuk berbagi cerita, pendapat, dan informasi.
Oleh: Muhammad Syaif Mufidi, S.M. (Ketua Umum HMM UMG 2021-2022)
“Perjalanan saya dalam berorganisasi dimulai pada semester 2. Usia yang terbilang cukup muda dan mungkin prematur bagi sebagian mahasiswa. Namun, di sinilah saya bersama Kelas B Sore Angkatan 2019, dari kelas yang penuh kehangatan dan mulai mengenal apa itu organisasi. Makna, arti, tujuan, dan mengapa kita perlu belajar berorganisasi, semua perlahan saya pahami.
Singkat cerita, seorang rekan kelas saya, Hengki Prabowo, mengajak saya bergabung ke himpunan mahasiswa yang melekat dengan eksistensi dan legalitas jurusan yang saya tekuni saat itu: Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM).
Proses masuk tidaklah sulit, tetapi bagi saya yang awam, wawancara adalah pengalaman baru yang cukup menegangkan. Saya harus mendaftar, mengumpulkan berkas, dan menjalani sesi wawancara. Alhamdulillah, saya pun diterima.
Periode Pertama di HMM (2020–2021)
Saya pertama kali bergabung di HMM Periode 2020–2021, ketika organisasi ini dinahkodai oleh Mas Yusfifa Nanda, dengan Kepala Program Studi Manajemen, Bu Anita Handayani.
Di sinilah saya mendapat banyak kesempatan belajar. Bukan hanya materi organisasi, tetapi juga hal-hal mendasar yang tidak saya dapatkan di bangku kuliah biasa:
Sesi sharing tentang kehidupan pribadi, kampus, dan esensi organisasi.
Cara berkomunikasi secara efektif, baik personal maupun interpersonal.
Keberanian berbicara di forum dan di depan umum.
Garis komunikasi yang benar serta tata kelola administrasi yang sebelumnya terasa asing.
Menjelang akhir periode, forum berdiskusi hangat untuk menentukan siapa yang layak menjadi nahkoda berikutnya. Kami saling bertukar pendapat, ide, dan saran. Dengan penuh kesadaran dan keteguhan hati, saya memberanikan diri untuk maju sebagai calon ketua HMM Periode 2021–2022.
Terpilih Menjadi Nahkoda Muda
Singkat cerita, saya terpilih. Surat Keputusan (SK) terbit. Saya sah menjadi nahkoda baru HMM. Saat itu, komitmen saya sederhana: memulai dari awal semuanya. Baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru pertama kali berorganisasi, kami belajar lagi tanpa ada yang merasa lebih menggurui. Kami menyusun program kerja, membangun pondasi baru, menyamakan visi, dan menentukan arah kemana HMM ini akan dibawa.
Yang saya inginkan hanya satu: jadikan HMM sebagai rumah kalian sendiri. Jika ada kerusakan, mari kita perbaiki bersama. Jika ada kekurangan, mari kita penuhi. Jika ada yang kurang rapi, mari kita rapikan bersama.
Seiring waktu, kami semakin mengenal satu sama lain. Tangis, canda, dan tawa selalu mengiringi langkah kami layaknya sang elang yang membentangkan sayapnya.
Tiba di Penghujung Periode
Waktu terasa sangat cepat. Mungkin terlalu bersemangatnya kami berproses hingga lupa bahwa masa purna segera tiba. Tugas selesai. Kami melepas PDH yang selalu kami kenakan. Kami merenung sejenak, lalu resmi dipurna-tugaskan.
Purna bukan karena benci, bukan karena malas, juga bukan karena alasan negatif lainnya. Seandainya diberi kesempatan, mungkin kami akan kembali mengenakan PDH yang sama. Namun, wajah baru diperlukan. Wajah-wajah yang akan memberikan warna berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dan itu adalah sebuah keharusan.
Penutup & Harapan
Sepenggal cerita ini saya tulis sebagai bentuk apresiasi atas inovasi, khususnya pengembangan website HMM. Harapan saya, website ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, dan menjadi platform untuk bercerita, bertukar pendapat, serta menyebarkan informasi positif seputar HMM dan kemahasiswaan.
Terima kasih banyak sudah membaca.
Untuk Instagram: gunakan tombol “Salin link” lalu paste ke Story / Bio Anda.